Kamis, 21 Juli 2011

SETELAH MENGECUP KENINGMU

Mungkin bintang-bintang sedang sembahyang
Atau barangkali sedang terlelap didekap malam
kutulis sebuah sajak di atas selaput kesedihanmu
yang semakin tajam

Bintang-bintang tidak lagi menurunkan cahayanya kepangkuanku 
Memaksaku merobek selembar sajak yang gagal kupahat
Dari deras hujan di matamu
Aku selalu ingin memelukmu setelah mengecup keningmu
Air matamu menetes dan mencium telapak tanganku

Yogyakarta, Juni 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar